SMP di Kabupaten Sekadau, Kalbar, telah mengumumkan kelulusan siswanya, Jumat (5/6). Namun, tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena pandemi virus corona atau COVID-19. Pasalnya, pengumuman kelulusan dilakukan secara online.

Hari yang ditunggu para siswa SMP yang telah menempuh pendidikan selama 3 tahun itu pun tak bisa dirayakan. Tidak bisa bertemu teman sekolah hingga segala rencana perayaan kelulusan terpaksa dibatalkan. Kesedihan dirasakan Aquine Sebening Berliana. Pelajar SMP Santo Gabriel ini mengaku sedih karena tidak ada perayaan kelulusan di sekolah. Pengumuman kelulusan di sekolahnya dilakukan live streaming. “Jadi, ndak ada kesan kenangan perpisahannya. Ya karena ada kendala (pandemi COVID-19), kita bisa apa lagi yang paling penting masih saling support. Saling mendoakan,” katanya.

“Nanti SMA pisah-pisah. Ada yang di Sekadau, ada di luar kota bahkan luar pulau (Kalimantan). Mungkin untuk bertemu langsung akan membutuhkan yang cukup lama lagi,” ucapnya. Tak lupa, ia pun mengucapkan terima kasih kepada guru-gurunya. Capaian yang diperoleh para siswa tentu berkat bimbingan para guru. “Saya mengucapkan terima kasih kepada guru-guru. Tanpa bimbingan para guru kami tidak bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.

Kesedihan tak bisa merayakan kelulusan sekolah turut dirasakan Erwin Rizky. Siswa MTsN 1 Sekadau ini mengaku ingin merayakan kelulusan bersama teman-temannya di sekolah.

Namun, perayaan itu tidak bisa dilakukan karena pandemi virus corona.”Kami tidak bisa merayakan kelulusan di sekolah, semua orang tua diundang. Pengumuman kelulusan dilakukan secara online. Alhamdulillah saya lulus,” ujar Erwin. Ia pun berharap, pandemi COVID-19 ini segera berakhir. Sehingga, segala aktivitas bisa berjalan seperti semula.

“Semoga kedepan lebih baik lagi. Terima kasih untuk guru-guru yang telah mendidik kami selama 3 tahun dengan segala suka dukanya,” tuturnya.Hal serupa juga dialami Sri Rayahu Ningsih. Pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir ini mengatakan, karena pandemi COVID-19 pengumuman kelulusan hanya dilakukan secara online. Meski berat, kata dia, kondisi ini harus dilalui demi mencegah penyebaran COVID-19.

“Tadinya berharap bisa bertemu teman-teman di sekolah, tapi tidak bisa. Biasanya (sebelum pandemi corona) mengambil surat kelulusan didampingi orang tua, sekarang pengumumannya lewat online,” bebernya. “Alhamdulillah lulus, meski ada rasa sedih. COVID-19 ini mengajarkan lulusan 2020 untuk kuat menerima kenyataan,” pungkasnya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *